Kuis Sejarah: Media Belajar Alternatif

0

Pembelajaran sejarah saat ini mendapat citra negatif, di antaranya; membosankan, monoton, kurang menarik, dan tidak mampu menumbuhkan kemampuan kritis. Hal itu menjadi persoalan yang masih belum bisa dipecahkan. Saat ini banyak kalangan mengharapkan pelajaran sejarah menjadi kunci pendidikan karakter, tetapi persoalan di dalam pengajaran sendiri masih banyak yang belum diselesaikan.

Masalah yang cukup mendesak bagi pembelajaran sejarah adalah keterbatasan penggunaan media, terlebih di masa Pandemi, dimana pelajaran dilakukan secara daring, pembelajaran lebih banyak menggunakan metode dan media konvensional. Guru menjadi jarang menggunakan media belajar yang kreatif, lebih banyak ceramah dan pembelajaran terpusat pada guru. Padahal pemerintah mendorong pembelajaran terpusat pada siswa melalui Kurikulum 2013.

Merespon kondisi tersebut, saat ini penulis tengah mengembangkan kuis sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar yang lebih kreatif, khususnya bagi siswa supaya dapat menggugah kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu kesejarahan.

Penggunaan media kuis dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, penuh antusias, dan memungkinkan siswa untuk memecahkan permasalahan melalui soal-soal yang disajikan dalam kuis. Media ini bisa jadi jalan keluar dan mengikis stigma yang diberikan pada pelajaran sejarah. Untuk itu, pemanfaatan media ini sangat diperlukan.

Apa itu kuis sejarah?

Kata kuis adalah serapan dari bahasa Inggris, Quiz, yang artinya permainan teka-teki. Permainan ini lebih banyak dikenal masyarakat melalui media televisi. Kuis saat ini tidak lagi menjadi media yang banyak ditayangkan di televisi karena perkembangan zaman, dimana media-media saat ini lebih bervariasi.

Pemanfaatan kuis dalam pendidikan masih jarang dilakukan, karena biasanya guru, terutama dalam pelajaran sejarah, lebih banyak mengandalkan ceramah. Hal ini didasarkan pada persepsi terkait sejarah sendiri sebagai kumpulan kisah-kisah, sehingga guru dirasa perlu untuk menyampaikan materi secara lisan.

Dampak dari penggunaan metode ceramah biasanya membuat pelajaran kurang diminati dan siswa cenderung mudah bosan. Kuis sejarah sendiri merupakan sebuah alternatif yang bisa dicoba oleh guru untuk mengembangkan pembelajaran menjadi lebih kreatif. Kuis sejarah berisi soal-soal atau teka-teki seputar materi kesejarahan.

Kuis sejarah dikembangkan berdasarkan materi yang dipelajari oleh siswa, misalnya dalam materi Sejarah Pergerakan Nasional (1908-1945) maka siswa dapat diperkenalkan tentang tokoh, organisasi, peristiwa pada masa itu melalui kuis. Soal-soal dalam kuis sejarah sendiri lebih bersifat memantik, guru juga memiliki opsi mengembangkan soal HOTS (High Order Thinking Skills) yang sekarang sedang booming.

Kuis sejarah ini sangat sesuai diterapkan bagi pelajar saat ini karena kuis yang dikembangkan telah terintegrasi teknologi. Kuis sejarah yang kekinian yaitu kuis yang dikembangkan dengan basis website, sehingga materi ataupun soal bisa diinput dan diimprove kapan saja, siswa juga bisa mengaksesnya secara cepat seperti ketika mereka mengakses permainan.

Kuis sejarah akan memberikan warna baru dalam pembelajaran, mengingat saat ini guru lebih banyak menggunakan media biasa seperti power point yang lebih sering digunakan. Keberadaan kuis akan mampu mengimprovisasi proses belajar siswa supaya tidak monoton, di situ juga ada proses interaktif antara guru dan siswa maupun siswa dan siswa.

Keutamaan kuis sejarah

Kuis sejarah yang dikembangkan berbasis digital sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran di masa Pandemi, di mana pembelajaran dilakukan secara blended atau campuran. Proses belajar yang demikian menuntut kreativitas guru dalam mengelaborasikan materi dan media. Kuis dapat menjadi pilihan yang relevan, khususnya melihat kebiasaan siswa menggunakan teknologi.

Kuis sejarah yang dikembangkan berbasis website dapat diakses dengan sekali klik. Siswa dapat dengan mudah mengerjakan kuis, di samping itu kuis yang dikembangkan juga unik, karena memiliki efek suara dan nada ketika siswa menentukan pilihan. Hal itu dalam kacamata neurosains sangat menentukan ketertarikan siswa. Efek yang diberikan membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman.

Kuis yang dikembangkan ini diberi judul Who Wants to Be a Historian? Kuis ini berusaha memotivasi siswa belajar sejarah, sehingga desain grafis dan materi yang disusun menjadi soal melatih cara berpikir siswa yang konstruktif dan kritis.

Nama itu diambil dengan maksud menarik minat siswa belajar sejarah, siswa diarahkan untuk memecahkan masalah sejarah selayaknya sejarawan. Untuk itu siswa harus cermat dan mampu memilih jawaban yang paling benar.

Keutamaan penggunaan kuis ini terletak pada; kemudahan akses, mendukung pelajaran jarak jauh, guru yang dapat memonitor langsung, dan kreativitas siwa yang terasah. Semua itu dapat menjadi pemicu dalam menekuni materi sejarah secara lebih baik, dan pembelajaran dapat berkembang secara selaras dengan kebutuhan siswa.

Bagaimana respon guru?

Dokumentasi kegiatan FGD tentang kuis sejarah bersama guru di Kabupaten Semarang yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNNES pada 29 Agustus 2021 (Sumber: dokumentasi pribadi)

Kuis sejarah telah diujicobakan ke berbagai sekolah di Kabupaten Semarang, seperti di SMA N 1 Ungaran dan SMA N 2 Ungaran. Guru melihat kuis sejarah sebagai terobosan yang harus diapresiasi. Di samping itu guru juga memberikan komentar bahwa hasil uji coba kuis mendapatkan penilaian positif dari siswa khususnya dalam pembelajaran daring.

Guru memberikan apresiasi yang positif dalam pemanfaatan kuis sejarah. Selain memiliki muatan materi yang populer, soal yang disiapkan secara ringan tetapi tidak kehilangan esensi, dan desain yang menarik menjadikan kuis sejarah sangat digemari oleh siswa, di samping itu guru juga menjadi dimudahkan dalam mengembangkan pembelajaran.

Kuis sejarah ini juga memicu kreativitas belajar siswa, di mana kuis sejarah yang dapat dikerjakan secara kelompok dapat memicu siswa bekerjasama memecahkan kuis yang tersedia. Sehingga setiap kelompok berlomba untuk menjawab dengan benar soal yang disajikan untuk mendapatkan skor. Hal ini melahirkan kompetisi yang sehat dan siswa dilatih untuk itu. Sejarah tidak lagi diasumsikan sebagai mata pelajaran yang hanya bercerita kisah-kisah, tetapi juga dapat dimainkan dengan skema kuis yang interaktif.

Pengembangan lebih lanjut media kuis ini juga mendapatkan dukungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Semarang yang telah mencoba kuis sejarah itu. MGMP mendorong supaya kuis sejarah ini bisa dimanfaatkan dengan baik dalam kegiatan belajar, dan terus untuk dikembangkan kontennya. Sehingga pembelajaran sejarah tidak lagi membelenggu siswa, tetapi justru menarik minar mereka untuk mencari tahu lebih detail tentang materi yang diajarkan.

Kuis sejarah yang terintegrasi teknologi ini dinilai dapat menarik minat siswa belajar, dan siswa dapat mengembangkan pemikiran kreatif. Pembelajaran yang semacam itu akan sangat mendongkrak citra pelajaran sejarah dan dapat menjadikan sejarah bukan sekedar “barang kuno”, tapi sejarah benar-benar bisa jadi pelajaran untuk hari ini dan esok. Bagi guru sejarah, kuis sejarah menjadi media yang sangat dibutuhkan.

Penulis : Andy Suryadi – Dosen Pendidikan Sejarah UNNES

Leave A Reply

Your email address will not be published.